Salah satu hal yang menjadikan kehidupan kita rumit adalah karena adanya standarisasi atau passing grade yang membuat banyak dari kita memiliki pandangan atas kasta seseorang. Siapapun orang yang memulai pengkotak-kotakan atas kesuksesan oranglain patutnya dikutuk bersama.
Hal itu menjadi penting karena kita terlalu sering mengkomparasikan titik kesuksesan yang telah dicapai oleh si Budi dan si Bento.
Bento, Pemuda berusia 26 tahun lulusan universitas termahal di Indonesia. Sekarang ia memiliki 2 mobil Ferrari hasil adsense dari YouTube dan endorsement brand-brand ternama. Sejak dulu Bento memang dikenal populer dikalangan anak muda karena barang-barang yang ia miliki dari orangtuanya, menjadi keniscayaan melalui fasilitas dan popularitasnya ia bisa menjadi Bento yang sukses, dipanggil stasiun TV swasta, muncul di majalah dan sesekali dipanggil untuk mengisi seminar tentang sosial media.
Sementara itu 500 meter dari komplek tinggal Bento terdapat sebuah kampung yang berisikan kontrakan atau kosan untuk karyawan maupun mahasiswa.
Budi, ia tinggal di salah satu kontrakan tempat para karyawan berpenghasilan UMR di Ibu Kota berkumpul. Budi berasal dari keluarga yang kasta ekonominya di bawah standar (bagi sebagian orang) sempat terancam putus sekolah akibat kurangnya biaya. Ayahnya meninggalkan Budi serta Ibu dan Adiknya untuk berpulang ke hadapan Tuhan yang Maha Esa.
Lalu apakah passing grade kesuksesan seseorang ditentukan oleh sebanyak apa rupiah di rekeningnya? atau sebesar apa fame yang dia dapat?
Banyak yang lupa bahwa fasilitas adalah penunjang, dan hasil dari kerja keras seseorang tidak melulu harus dinilai berdasarkan meterial yang dia hasilkan. Ambil contoh: apakah driver ojek online yang bekerja dari pagi sampai malam bisa diklasifikasikan sebagai bukan pekerja keras berdasarkan meteri yang dihasilkan? Tidak.
Tidak banyak yang melihat bahwa "setiap orang tidak memulai dari titik yang sama" ada yang hanya berjalan untuk bisa menaiki mobil ferarri, ada pula yang harus mempertaruhkan nyawa demi sepiring nasi dan lauk sederhana.
Popular Posts
-
Beberapa hari yang lalu gue sempet baca di internet tentang 'Seberapa Jantankah kamu ?' plis jangan anggap gue lemah syahwat, ya gue...
-
Sering gue tanya ke beberapa temen cewek tentang 'gimana sih kriteria cowok lu ?' dan kebanyakan dari mereka menjawab 'hmmm gima...
-
Sebagian besar orang menganggap, eh bukan, hampir semua menganggap cewek adalah korban utama dari tindak kriminal perasaan yang lagi ngetre...
-
Sorry Bros gue udah lama gak nulis selama 2 minggu ini karena lagi bingung apa yang mau gue tulis hehehe maaf kalo postingan kali ini agak ...
-
Mantan. Aduh asli gue bingung gimana ya cara mendeskripsikan kata 'Mantan'. bukan karena gue gak punya mantan, tapi karena gue baru ...
-
Kita kalau makan sesuatu pasti suka rasa yang bervariasi, mulai dari pedas, asin, gurih, manis, dan lainnya. Sama seperti makanan, manusiaw...
-
Siapa yang gak pernah bilang ke temen lo "alay lo" ? lo gak pernah bilang gitu? yakin? tuh kan pasti sering bilang gitu hiahahay....
-
29 Juni 2014, Hari yang amat special buat gue karna hari itu adalah tahun terakhir gue berstatus kepala 1(ya emang kepala gue ada berapa -_-...
-
Kalo ada contoh perbandingan zaman sekarang dan zaman dulu, adalah kecepatan informasi. zaman sekarang berita/informasi itu cepet banget bis...
-
Dengan menulis postingan ini gue enggak bakalan sebagai kritikus fashion. Tapi sebagai orang yang kadang suka males liat hotpants yang kur...
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.